Berbagi Informasi Menarik | 2020

Jumat, 29 Mei 2020

Mengenal Jenis-Jenis Genset yang Ada di Pasaran

Genset Mini

Mati listrik memang hal yang paling menyebalkan. Apalagi jika mati listrik ketika kita sedang membutuhkan alat elektronik. Sayangnya, kita tidak bisa mencegah mati listrik. Solusinya, Anda bisa menyiapkan perangkat genset agar  rumah Anda tetap bisa teraliri listrik. Tidak perlu yang besar, Anda bisa membeli genset mini. Harga genset mini juga relatif murah dibandingkan genset yang ukurannya besar namun dengan kemampuan yang sama baiknya.

Genset di pasaran banyak sekali jenisnya. Biasanya dibedakan berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan dan ukurannya. Untuk ukuran, ada genset mini dan genset ukuran biasa hingga genset ukuran besar.

Genset berdasarkan bahan bakar yang digunakan

Sedangkan menurut bahan bakar yang digunakan, genset bisa dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Genset gas

Genset gas merupakan jenis genset yang menggunakan bahan bakar gas. Bahan bakar gas yang dipakai adalah gas LPG (Liquid Petroleum Gas) yang sering digunakan untuk bahan bakar memasak. Atau bisa juga menggunakan gas CNG (Compressed Natural Gas).

Untuk pemakaian rumah tangga, Anda bisa memilih genset jenis ini. Namun Anda juga harus bersiap ketika gas LPG mengalami kelangkaan di pasaran dan Anda tidak bisa menghidupkan genset saat dibutuhkan.

2. Genset diesel

Genset diesel merupakan jenis genset yang menggunakan bahan bakar solar. Genset ini termasuk jenis genset yang mudah dioperasikan sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai genset rumah tangga hingga perkantoran.

Kapasitas watt yang dihasilkan oleh genset diesel juga tergolong tinggi, yaitu mulai 5.000 watt sampai dengan 2 juta watt. Dengan kapasitasnya yang besar, Anda tidak perlu khawatir genset ini tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik di rumah Anda. Sayangnya, harga genset ini tergolong  mahal.

3. Genset bensin

Genset bensin merupakan jenis genset yang menggunakan bahan bakar bensin. Harga genset ini tergolong murah, semurah harga genset mini. Tidak heran jika genset jenis ini banyak diminati dan banyak dipilih dibandingkan jenis genset lainnya.

Genset bensin mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas hingga 10.000 watt. Dengan kapasitas tersebut, genset jenis ini lebih cocok digunakan di rumah-rumah yang tidak membutuhkan daya listrik terlalu besar.

4. Genset portable

Genset portable merupakan jenis genset yang mudah dibawa kemanapun. Biasanya, genset jenis ini memiliki ukuran yang mini sehingga mudah dibawa dan tidak memakan tempat. Meskipun ukurannya mini, genset ini tetap memiliki kemampuan untuk menyalakan listrik. 

Harga genset kecil ini sangat terjangkau. Anda bisa menggunakan genset portable ketika sedang berkemah. Atau bisa juga digunakan di rumah dengan daya listrik yang rendah.

5. Genset turbin

Genset turbin merupakan jenis genset dengan kapasitas daya paling besar. Kapasitas genset ini mencapai 2 juta watt. Sesuai dengan namanya, genset ini menggunakan turbin untuk menghasilkan daya. Turbin ini bisa digerakkan dengan tenaga air, uap, atau udara sehingga menghasilkan putaran yang akan diubah menjadi energi listrik.

Genset ini tidak cocok digunakan untuk rumah tangga mengingat ukurannya yang relatif besar. Lebih cocok digunakan oleh sebuah perusahaan besar atau pabrik. Beberapa genset turbin yang digabungkan bisa digunakan untuk menghidupkan sebuah kota kecil.

Itulah 5 jenis genset yang ada di pasaran. Anda sebaiknya memilih genset yang sesuai dengan kebutuhan pemakaian. Harga genset mini memang murah. Namun jika pemakaian listrik di rumah Anda tinggi, sebaiknya Anda memilih genset dengan kapasitas yang sesuai. Kemudian baru pertimbangkan soal harga. Untuk Anda yang ingin membeli genset dan butuh banyak referensi jenis genset, Anda bisa mengunjungi laman berikut www.sentramesin.com

Jumat, 22 Mei 2020

Inilah Ciri-Ciri Seseorang Menderita Skizofrenia dan Cara Penanganannya

Inilah Ciri-Ciri Seseorang Menderita Skizofrenia dan Cara Penanganannya

Berbagai macam gangguan kesehatan mental memang biasanya berjangka waktu panjang dan perlu usaha konsisten untuk bisa menyembuhkannya. Salah satu gangguan yang bisa terjadi adalah Skizofrenia. Gangguan mental yang menyebabkan halusinasi dan kekacauan berpikir serta berperilaku ini memang sering dianggap Psikosis, padahal keduanya cukup berbeda. Lalu, apakah perbedaannya dan bagaimana ciri serta penanganan pada Skizofrenia? Yuk, simak ulasannya.

Ciri-Ciri Seseorang Menderita Skizofrenia

Menurut WHO, ada sekitar 21 juta orang yang menjadi penderita Skizofrenia di seluruh dunia. Adapun menurut hasil Riset Kesehatan Dasar di tahun 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, setiap 1 – 2 orang dari 1000 penduduk Indonesia menderita gangguan jiwa, termasuk di dalamnya Skizofrenia. Parahnya, mereka sampai mengalami pemasungan lantaran membahayakan dan juga tidak adanya kemampuan merawat dari pihak keluarga.

Sebenarnya, Skizofrenia adalah kondisi dimana pikiran susah membedakan antara halusinasi dan kenyataan. Orang-orang sering keliru menyalahartikan Psikosis dengan Skizofrenia. Padahal jelas, keduanya cukup berbeda meski penderita Skizofrenia juga mengalami gejala yang cukup mirip dengan penderita Psikosis.

Psikosis adalah sebuah keadaan berhalusinasi yang mana penderitanya meyakini hal yang sangat berbeda dari kondisi kenyataannya, misalnya percaya bahwa ia adalah seorang penderita tumor padahal ia sangat sehat, sedangkan penderita Skizofrenia hanya mendengar suara dan melihat visualisasi saja tanpa meyakini bahwa dirinya adalah seseorang yang berbeda dari kenyataan hidupnya saat ini.
Ada beberapa ciri yang bisa Anda baca untuk mengetahui apakah seseorang itu menderita Skizofrenia atau tidak, yakni :

1. Halusinasi

Seseorang yang mengalami halusinasi berkepanjangan dimana ia mendengar, menyentuh, dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada secara nyata bisa saja mengalami Skizofrenia. Apabila diteruskan, kondisi ini dapat membahayakan kehidupannya karena terkadang, halusinasi tersebut menyerukan hal-hal yang di luar tindakan normal, misalnya bunuh diri.

2. Kebingungan

Penderita Skizofrenia akan merasakan kebingungan yang amat sangat karena tidak biasanya ia menghapus halusinasi dari pikirannya. Mereka yang tidak sadar bahwa sedang menderita gangguan ini akan merasa bingung ketika mencari sumber suara yang berbisik di telinga mereka. Oleh karena itu, beberapa diantaranya percaya jika mereka tidak sakit, melainkan diganggu makhluk gaib.

3. Perilaku Katatonik

Terakhir, tidak responsifnya tubuh kita juga menandakan bahwa Anda tengah mengalami Skizofrenia. Selain itu, perilaku seperti gelisah, logika yang tidak tepat, hingga mood yang tidak menentu juga bisa menjadi indikasi penyebab gangguan kesehatan mental ini.

Cara Menyembuhkan Skizofrenia

Penderita Skizofrenia harus segera ditangani. Pasalnya, mereka yang terserang Skizofrenia di usia muda bisa beresiko kematian 2 – 3 kali lebih tinggi dari mereka yang tidak menderita gangguan ini. Bahkan, mereka juga bisa menjadi penderita narkotika, depresi akut, dan gangguan kecemasan.

Sayangnya, belum ada metode pengobatan untuk menyembuhkan Skizofrenia. Hanya saja, terapi fisik dan mental serta pemberian obat-obatan digadang-gadang mampu menekan gejala ini muncul dan membuat penderitanya terbebas dari penyakit tersebut dalam waktu yang lama. Namun karena ini masalah mental, maka ketika mental penderitanya terganggu kembali, bukan tidak mungkin gejala Skizofrenia juga akan kembali lagi.

Nah, Anda yang saat ini tengah menghadapi pasien Skizofrenia di rumah tidak perlu khawatir. Banyak aplikasi konsultasi dokter online, salah satunya adalah Halodoc. Di aplikasi ini, Anda bisa login dan menanyakan berbagai masalah seputar Skizofrenia kepada psikiater. Selain itu, Anda juga mencari informasi yang tepat terkait penanganan penyakit ini. Oleh sebab itu, download Halodoc dan buka fitur chat agar Anda bisa segera konsultasi gratis.

Demikian ulasan mengenai gangguan kesehatan mental Skizofrenia. Semoga bermanfaat.